Putu Wijaya dalam Peace
Pementasan Peace karya dan sutradara Putu Wijaya di Graha Bhakti Budaya, TIM, Rabu malam, berlangsung mulus disaksikan penonton yang nyaris[…]
Pementasan Peace karya dan sutradara Putu Wijaya di Graha Bhakti Budaya, TIM, Rabu malam, berlangsung mulus disaksikan penonton yang nyaris[…]
Karakter yang unik. Siapa pun yang mengenalnya pasti tahu wataknya. Ia tukang bikin orang tertawa. Di mana pun ia berada,[…]
Lihatlah! Leher bagian belakangnya sudah mengeriput. Kedua lengannya pun sudah mengecil, karena daging dan ototnya menyusut, sehingga kulit lengan bergaris-garis[…]
“Sudah banyak pekerjaan yang saya lalui. Memijat di kapal ini sepertinya menjadi pilihan yang saya hayati,” kata tukang pijat itu.[…]
Bila mendengar ada orang meninggal, Akun merasa merinding bulu kuduknya. Ia merasa antara sedih, takut dan sekaligus senang, karena akan[…]
Malam itu ia duduk bersila melantunkan kidung rindu Yang bertebaran di mana-mana Untuk orang pilihan yang mampu memetiknya, siapa? Pastilah[…]
Setelah menikah dengan wanita idamannya selama beberapa waktu, akhirnya Ikin nikah lagi dengan istrinya itu. Lo, kok nikah dua kali[…]
Sinar mentari pagi di sini cerah siang menikam bumi sehingga gerah Dan berubah pucat petang hari Saat rembulan mulai mengintip[…]