Langkah Kaki Tapak Hati (3)
isinya tertuang di keremangan di balik bayang rimbun keriuhan Ramai sekali perjalanan ini Tapi gamang disuntik kesenyapan Duduk di batu[…]
isinya tertuang di keremangan di balik bayang rimbun keriuhan Ramai sekali perjalanan ini Tapi gamang disuntik kesenyapan Duduk di batu[…]
Dendam menebal di parit alunan kelam Suara malam gemuruh Kulit gerah Pori-pori merekah Aorta menutup celah Onggok kecil ini dimasuki[…]
Langkah patah-patah Ketajaman merekah Di ujung jalan panjang ini Kutikam dendam, tusukan bertalu-talu Sayatan bertubi-tubi Sembilu meraba tulang Semburat merah[…]
Tanah retak, membentuk kotak-kotak Batang pohon merekah, pecah pecah Dedaunan layu, satu-satu helai kuning itu melayang Hinggap di atas rerumputan[…]
Kecil menjadi teman besar menjadi lawan bahkan mematikan kecil buat memasak menyalakan kompor memantik rokok kecil harus diperbesar[…]
Pulau Obi dimana? Kerja apa? Ibu itu tiba-tiba saja berceloteh begitu duduk di sebelah saya, di ruang tunggu salah satu[…]
“Kamu pernah memperhatikan seorang anak kecil memakai masker?,” seorang teman bertanya. “Tentu pernah emangnya kenapa?” “Apa yang kamu perhatikan? Apa[…]
Seorang teman di Medan melihat foto saya bersama-teman-teman Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) sedang diskusi Reboan di Jakarta. Ia menanyakan apa[…]
Sebenarnya tidak sepanjang Sabtu paling tak sampai setengah Sabtu dari pukul 10.00 hingga 15.00. Luar biasa berarti, karena kami lama[…]
Pagar adalah batas Diri sendiri dengan yang lain Dengan yang bukan milik sendiri Dengan bukan milik kelompok Dengan bukan teman dan[…]