Ilustrasi - (Fokus 4) -Tahun Baru. (youyube)
Orang mengatakan tahun baru, tapi hakikatnya tahun atau waktu ini semakin surut. Bayangkan saja, saat ini sudah memasuki tahun 2025 M dan 1447 H. Sudah ribuan tahun berlalu, Semua orang semakin menua secara alamiah. Gigi bercopotan, rambut memutih,, jalan tertatih, terkadang sakit merintih. Jadi sebenarnya tahun itu tidak baru. Tahun semakin lama. Usia manusia bertambah tapi waktu atau sisa hidup semakin berkurang.
Sebagian orang ada yang merayakan Tahun Baru dengan bersenang-senang. Mereka tidak menghayati, senenarnya itu sama artinya dengan merayakan berkurangnya usianya. Sehingga bagi yang tawaddu’, mereka menandai pergantian tahun itu dengan berkaca diri, introspeksi, tafakkur, menghayati, bersemedi, bermakrifatullah, bermuhasabah, nyokropanggilingan, transenden dan berbagai istilah lainnya, termasuk memperbanyak zikir dan membaca doa akhir tahun dan awal tahun.
Tak lain tak bukan, maknanya berfilosofis diri, dari mana kita ini datang, kini berada di mana dan mau kemana kelak. Memohon kepada Yang Maha Kuasa agar iman dijaga dan diridhoiNya.
Begitu mendebarkan kalau dipikirkan. Asal muasal manusia dari apa. Kita berikrar kepada Allah SWT ketika lahir, bahwa kita hadir di muka bumi ini, bersama makhluk lainnya, hanya untuk tunduk kepadaNya. Kita berasal dari alam ruh, kemudian ke dalam kandungan ibu, dilanjutkan dengan alam dunia tempat kita berpijak saat ini. Kelak semua manusia masuk ke alam kubur, kemudian masuk lagi ke alam barzah, sebelum beralih ke alam akhirat untuk ditimbang baik buruk kita, kemudian masuk surga atau neraka. Mereka yang beriman Islam, ada rukun iman di antaranya mempercayai hari akhir dan qada serta qadar dari Sang Maha Pencipta.
Ketika menyaksikan para remaja melakukan pawai obor di malam Tahun Baru 1447 H lalu, saya menyaksikan mereka bergerak serentak ke depan dengan teratur, sepanjang jalan terang dan mereka akan sampai di tempat tertentu untuk mengakhiri pawai atau karnaval mereka,
Semua makhluk terus bergerak, berjalan, beraktivitas dalam segala praktik keberadaannya, hingga suatu saat akan tiba di stasiun akhir perjalanan kehidupan dan berarti tiba di garis finis dari pawai panjang manusia. Wallohu a’lam bishawab.
Selamat Tahun Baru 1447 H. (arl)
***
jakarta, 28062025.