Ayo kita ngopi, kata Wina


Nyanyian Sukma, kumpulan puisi Wina Armada Sukaradi (alm), editor A.R. Loebis

Ia bawa alat penggilingnya
Mengolah dan menuang airnya.
Aroma menyeruak siang itu
Menggelitik lubang hidung menyentuh selera seruput.
Ayo kita ngopi, katanya
Kami lagi rapat dewan juri
Lomba baca puisi audio visual HPN 2024

Terima kasih sudah mengedit puisi-puisi saya, kata Wina.
Kumpulan puisi tunggal Nyanyian Sukma Manusia Teknologi
Dicetak pada HPN 2018.
Anda rupanya pengulas puisi
Nanti saya kenalkan pada Sutardji, kata Wina.
Ia pun janji ngopi bareng.
Ia senang kenalan dan berbincang dengan siapa aja.

Kita menilai dengan rasa
Angkanya terserah kita
Pokoknya di antara nol sampai 100,kata Wina.
Aku sesaat terpana
Selera kami tak kan sama
Sesuai kepekaan rasa atas gerak dan bunyi.
Ini bukan matematik 2×2 = 4 kata Wina.
Rasa kan tidak bisa dibanding dengan angka
Tapi ya sudahlah
Ini tergantung kepekaan atas kriteria.

Wina Armada namannya, ia multi talenta.
Bukan hanya menguasai jurnalistik dan hukumnya
Tapi larut di dalamnya
Mengurusi dan mencetuskan
Organisasi..aturan.. dan substansinya.

Wina Armada Sukardi telah menulis beberapa buku hukum, jurnalistik, cerpen, novel dan kumpulan puisi, antara lain:

“Nyanyian Sukma Manusia Teknologi”
“Mata Burung Gagak
“Pacul Berdarah Puisi Serba Benda”.
“Memetik Rembulan”.

Pacul berdarah dan Rembulan dapat anugerah MURI.
Kategori “Perintis Buku Puisi untuk Anak-Anak dan Buku Puisi Kebendaan”.

Ia penerima lifetime achievement sebagai penulis fiksi dari organisasi penulis Satupena dan telah meraih dua kali Piala Mitra sebagai kritikus film terbaik.

Wina Armada namanya
Ia multi talenta
Mengejutkan sekali
Ia pulang 3 Juli 2025
Setelah dirawat 10 hari karena masalah jantung.
Ia pulang ke rumah abadi.

Ayo kita ngopi, kata Wina
Kini ia sudah di alam sana
Semoga sedang menghirup aroma surga.
Selamat jalan kawan.
Jangan lupa tetaplah menulis puisi.
*
Limo Depok, 250725.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *