Menjelang Rindu 5


Ilustrasi - Menjelang rindu 5 (saksiwordpres.com)

Malam itu ia duduk bersila

melantunkan kidung rindu

Yang bertebaran di mana-mana

Untuk orang pilihan yang mampu memetiknya, siapa?

Pastilah lurus hatinya dan sumringah tampangnya

Wajah di atas leher dan muka di dalam dada

Tak terasa aku sudah merajut lima surat menyirat lima nada rindu

 

Kini ia merentang kaki

kedua lengan menopang ke ubin belakangnya

Matanya terbuka terpejam

Terkadang wajahnya golang-goleng ke kiri dan kanan

Aku larut dalam kesepian di malam buta

Tapi terkadang suara meriah bukan kepalang

Beberapa orang terlihat seperti merenung atau tafakur

Tak mendengar suara bukan kepalang itu

Senyap sirna lah suara

Karena kekuatan ikatan dengan menjelang rindu

Tak terpecahkan maknanya

Karena riuh-rendah di telinga

Sunyi sepi dalam dada

 

Ia rebahan kedua lengan bantalnya

Ribuan bintang kemerlip, sesekali ada seperti  jatuh ke bumi

Betapa hebat, mata sebesar kelereng melihat langit tanpa batas

Mata sebesar satu bintang di langit

menyaksikan ribuan bintang yang berseri

Inikah namanya rindu? Kurasa ini menjelang rindu

Karena jejak masih menapak di tanah

Gamang bergelimang diraba resah

Desah yang basah membasuh rindu

 

Kini ia duduk kembali

Tunduk, lengan bersila di atas paha

Tak habis-habisnya ia memikirkan rindu

Yang ada di tangan, kaki, kepala, dada, mata, hidung

Mulut, telinga, bahkan pada rambut, yang disyukurinya

Inilah semua aorta menjelang rindu

Menjelang  rindu  5

Rindu padamu.

000

Jakarta, 26102019

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *