Ilustrasi - Menjelang rindu 4. (harianalisadaily.com)
Sinar mentari pagi di sini cerah
siang menikam bumi sehingga gerah
Dan berubah pucat petang hari
Saat rembulan mulai mengintip
Angin berhembus perlahan
Tapi berubah-ubah
Terkadang seperti membelah membuka luka
Semilir pun seakan sembilu mengiris dada
Ah, kok bisa perih rasa rindu hari ini
Padahal luka itu sudah lama merekat
Bekasnya pun pudar kecuali diamati dari dekat
Ternyata rasa rindu kembali merapat
untuk keempat kalinya seakan terperangah
Jarak sudah sirna
Waktu hanya langkah-langkah
Ruang dimana pun sentuhan
Terkadang penuh makna tapi selalu hampa
Apakah rindu ini hanya mimpi
Atau mimpi itu merindukan rindu?
oOo
Jakarta, 21082019