Hari 2 Ramadan 1439 H : Jumatan bersama malaikat


Ilustrasi - Shalat Jumat bersama malaikat. (wejangan hidup)

Khatib shalat Jumat di salah satu masjid mengatakan: “Saat ini lebih banyak malaikat yang hadir bersama kita untuk ikut melaksanakan shalat Jumat.”

Ya, karena Allah swt menginstruksikan kepada raja malaikat, Jibril, agar menurunkan malaikat sebanyak-banyaknya ke muka bumi ini.

Mereka turun ke bumi untuk menyaksikan manusia ciptaan Allah swt melaksanakan ibadah mereka secara sendiri-sendiri mau pun beramai-ramai.

Mereka masuk ke rumah-rumah, ke masjid-mesjid, ke ruang-ruang ibadah di gedung-gedung, di mol, di perumahan mewah, sampai ke gang sempit di kawasan kumuh.

Malaikat takjub dengan ciptaan Allah swt yang luar biasa. Mereka sholat, puasa, membaca Al Quran, bersodakoh, berbuat baik kepada anak yatim. Mereka berkata-kata antar sesama mereka dengan sopan, tidak caci-mencaci dan mengeluarkan seruan kebencian seperti selama ini bertaburan di udara maya.

“Tengadahkan tangan, meminta lah kepada Allah swt dan jangan sombong. Kalau kita mendekat, maka Allah akan mendekati, kalau kita meminta Ia akan memberi dan kalau kita mohon diampuni dosa kita, maka Allah akan memberi ampunan,” kata khatib.

Mesjid yang biasanya tidak terisi full pada Jumatan di bulan lain itu, kini penuh sesak bahkan banyak yang berdiri di pelataran luar karena tidak kebagian tempat.

Usai shalat banyak jamaah yang tidak meninggalkan masjid. Mereka tetap duduk, paling menggeser pantatnya ke tempat yang lebih lapang. Banyak di antara mereka yang membuka telepon seluler.

Ah..banyak pula yang mengaji. Ternyata mereka membuka Al Quran di telepon pintar itu. Pada Jumat-Jumat lain, bisa jadi banyak membuka HP tapi melihat WA, FB, Instagram atau lainnya.  Atau biasanya hanya rebahan beberapa saat.

“Jangan sombong, memintalah kepada Allah swt, utamanya minta dihapuskan dosa. Perbanyak istighfar. Para malaikat akan mengaminkan doa kita,” tadi khatib mengingatkan jamaah.

Keluara dari masjid, beberapa rumah makan yang biasanya langsung diserbu bakda Jumatan, terlihat tutup. Warung kopi di tepi jalan pun tutup. Gerobak rujak  kangkung yang biasanya ramai,  juga tak ada di tempat.

Trotoar yang bergaris warna warni merah, hijau, kuning itu melompong.  Beberapa siswi berjalan santai sembari saling bercanda.

Ada stand tukang pangkas di seberang Indomaret, biasanya ramai pengunjung, apalagi ber-ac, juga tutup.  Beberapa tukang cukur berasal dari salah satu desa di Jawa Barat itu sedang pulang kampung.

Mereka pun ingin tarawih dan puasa perdana bersama keluarga di kampung.

Para malaikat pun pasti berdatangan ke kampung mereka dan seluruh pelosok bumi ini, menyaksikan buruk baik perbuatan manusia, yang dahulu kala dicampakkan Allah swt ke bumi bersama setan iblis, karena durhaka dan berbuat dosa di surga.

Di bulan Ramadhan, para malaikat itu berturunan ke bumi untuk menyaksikan kebaikan manusia.  (arl)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *