Cuci piring




Aku dalam beberapa hari ini melakukan kegiatan cuci piring, tentu saja termasuk sendok, garpu, gelas, kuali penggorengan dan alat masak lainnya.  Terkadang jumlahnya menumpuk, malah ketika istri masak, jumlahnya bertambah terus.

Tapi aku senang, mungkin karena aku ikhlas mengerjakannya.

Aku menggosok-gosok alat dapur yang kucuci, membersihkan hingga ke sela-sela, menjaga dengan hati-hati agar tidak jatuh, apalagi bila alat dapur itu berminyak. Aku menambah sabun cuci, sehingga timbul banyak buih. Menggosok piring beling dan gelas kaca, kemudian menggosok dengan jemariku sehingga berderit-derit bunyinya.

Ketika masih aktif bekerja dahulu, aku jarang mencuci piring. Tapi ketika bermukim tiga bulan di Melbourne awal 2019, aku mulai menyuci dan entah kenapa merasakan ketenangan.

Aku mereka-reka, apa sebenarnya yang terjadi dengan aktivitas mencuci piring ini.  Yang jelas, aku harus konsentrasi mengerjakan aktivitasku. Konsentrasi yang tidak disengaja tapi ini merupakan gerak yang disengaja. Ini beda dengan konsentrasi yang disengaja, seperti kontemplasi , tafakur atau melakukan makrifat.

Mahasiswa di luar negeri banyak yang bekerja sambilan sebagai pencuci piring di restoran.  Mereka bahagia dan dapat uang, apalagi pekerjaan mereka hitung jam.

Karena penasaran, aku membuka internet untuk mencari tahu apakah ada manfaat dalam pergerakan mencuci piring – selain tentunya piringnya menjadi bersih.

Dari beberapa sumber informasi, aku temukan bahwa mencuci piring dengan tangan ternyata dapat menyehatkan tubuh.

Dalam penelaahan yang dilakukan para periset di Florida State University, ditemukan fakta bahwa pergerakan (aktivitas) mencuci piring dapat mengurangi tingkat stres bahkan bisa membuat sistem kekebalan tubuh meningkat.

Sebanyak 51 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Mindfulness.

Lebih dari separuh peserta diajari untuk fokus pada pengalaman sadar mencuci piring, seperti aroma sabun, rasa busa, suhu air dan bentuk dan desain piring.

Sisa peserta, bertindak sebagai kelompok pembanding, fokus hanya menyelesaikan pekerjaan.

Para siswa yang belajar tentang pendekatan sadar melaporkan penurunan 27 persen kondisi kegugupan mereka dan peningkatan stimulasi mental 25 persen setelah mencuci piring.

Kelompok pembanding menunjukkan adanya ketegangan pada otak.

“Saya memiliki minat dalam perhatian penuh selama bertahun-tahun, baik sebagai praktisi kontemplatif dan peneliti,” kata peneliti Adam Hanley, dilansir laman The Real Simple.

“Saya sangat tertarik pada bagaimana aktivitas duniawi dalam kehidupan bisa digunakan untuk mempromosikan keadaan sadar dan dengan demikian, bisa meningkatkan keseluruhan kesejahteraan,” kata Hanley

Luar biasa, hal ini diselidiki dalam waktu bertahun-tahun. Hasilnya amat positif, bila kita melakukan kegiatakan cuci piring dengan sadar dan tentu saja ikhlas, tidak merengut atau menggerutu.

Nah, ada lagi. Rumah sakit anak di Swedia melakukan penelitian, hanya sekitar 23% anak yang menderita penyakit kulit kendati kedua orangtuanya mencuci piring menggunakan tangan.

Di sisi lain, terdapat  38% anak menderita penyakit kulit dimana keluarganya menggunakan mesin pencuci piring sejak lama.

Mengapa demikian?

Tanpa disadari atau mungkin karena tidak mengetahuinya, masalah kesehatan ini berhubungan dengan sistem imunitas anak.

Sistem imun berkembang seiring usia. Ada pakar kesehatan menyarankan kepada orang tua untuk tidak “mengurung” anak di rumah sepanjang hari,

Ketika tubuh tidak bersentuhan dengan dunia luar yang penuh dengan virus dan bakteri, maka tubuh pun telah dibiasakan untuk hidup secara bersih.

Ketika terdapat virus di sekelilingnya, maka virus tersebut dapat lebih mudah menyerang tubuhnya. Berbeda dengan anak yang tumbuh dan berkembang bersama alam.

Sistem tubuh akan mengikuti dan mempelajari/beradaptasi dengan lingkungan, sehingga dapat melawan segala bakteri di kemudian hari. Orang tua yang terbiasa menggunakan mesin untuk mencuci piring pasti memiliki lingkungan bersih, jarang menyentuh benda kotor di sekitarnya.

Ini menyebabkan para pengguna mesin cuci piring memiliki risiko besar pada alergi maupun penyakit kulit.

Ternyatan mencuci piring dengan tangan dapat menyehatkan tubuh.

Aku akan terus ikhlas melakukan kegiatan cuci piring, kendati istri, anak dan asisten rumah tangga berusaha mencegahnya. (arl)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *