Sedekah dan rokok


Sedekah bertambah terus kenikmatan semakin dirasakan. (youtube)

Apa hubungan sedekah dengan rokok?

Sederhana, rokok dilarang tapi orang tetap merokok sedangkan sedekah sudah ada contoh orang mati minta dihidupkan sesaat hanya untuk bersedekah, tapi banyak orang masih enggan memberi sedekah kepada orang lain.

“Rokok menyebabkan kanker tenggorokan.”

“Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” {QS. Al Munafiqun: 10}

Kata-kata di atas tertulis pada setiap bungkus rokok, sebagai peringatan betapa bahayanya rokok terhadap fisik manusia.

Kata-kata di bagian bawah menunjukkan betapa hebatnya pengaruh sedekah yang ikhlas, sehingga orang meminta ditunda kematiannya / dihidupkan sesaat agar bisa bersedekah.

Tak pantas membandingkan sedekah dan rokok, ini hanya perumpamaan tentang kontemplasi fisik dan rokhani.

Sedekah (sodaqoh) merupakan pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.  Sedekah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak, karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta.

Sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik sehingga dalam hadis digambarkan, “Tersenyum kepada saudaramu adalah sedekah.”

Dalam kitab disebutkan begitu banyak faedah sedekah, antaranya dapat memupus dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614).

Orang bersedekah akan mendapatkan lindungan/naungan di yaumil akhir. Rasulullah menceritakan tentang manusia yang mendapat naungan di hari akhir.  Di antaranya,“Seorang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421).

Sedekah memberi keberkahan pada harta.  Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud di sini mencakup dua hal:

Pertama, hartanya diberkahi dan dihindarkan dari   bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini dirasakan orang yang kerap bersedekah. Seperti orang yang selalu mendonorkan darahnya.

Kedua, jika secara dzatnya harta berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”.

Allah swt melipatgandakan pahala orang bersedekah. Terdapat pintu surge yang hanya dapat dimasuki oleh orang bersedekah. Sedekah menjadi bukti keimanan seseorang. Sedekah membebaskan dari siksa kubur dan mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual beli.

“Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Al Bukhari 6539, Muslim 1016)

Begitu luar biasa faedah sedekah, sehingga mayit pun memilih bersedekah jika dapat kembali hidup ke dunia.  Allah swt menceritakan sifat orang munafik, kemudian memerintahkan agar orang beriman memperbanyak sedekah.

“Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” {QS. Al Munafiqun: 10}

Si mayit tidak meminta dibangkitkan agar dapat melakukan sholat atau puasa, atau berhaji, umroh, zakat dan lainnya.  Ulama mengatakan, si mayit menyebutkan “sedekah” karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal.

Orang sudah mengetahui faedah sedekah, tetapi tetap pelit mengeluarkan hartanya untuk orang yang membutuhkan.  Orang sudah tahu betapa bahayanya merokok,   tetapi tetap merokok.

Orang yang memenuhi dadanya dengan asap, mengetahui rokok merusak paru-paru dan tenggorokannya tetapi tetap tidak perduli (fisik), orang tahu sedekah begitu utama dalam kehidupan (rokhani), tetapi tidak melakukannya.

Wollohu a’lam bishawab. (arl)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *