6 Ramadan – 1444H – Mata


Ilustrasi - Mata. (pngwing)

Mata merupakan salah satu organ vital paling dibutuhkan manusia, sebagai alat untuk melihat dunia dan berbagai isinya. Nah, dokter menyatakan mata saya harus dioperasi katarak.

Saya pasrah, karena mata kanan mulai rabun, bahkan dokter menyebutkan setelah mata kanan, suatu waktu yang kiri pun akan menyusul.

Membaca dan menulis sih saya masih mampu..alhamdulillah..dan –pada hari keenam Ramadan ini saya ingin menyimak tentang mata dari berbagai sumber – dari sisi kesehatan dan agama.

Banyak jenis katarak, salah satunya, dinamai Katarak Senilis, biasa mengenai lansia (di atas 50 tahun) dan berakibat lensa mata mengalami kekeruhan, penebalan, dan penurunan daya akomodasi.

Selain faktor usia, katarak senilis dapat juga disebabkan oleh diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit pengganggu metabolisme mata.

Ada juga katarak yang dinamai Juvenil, Kongenital, Traumatik, Komplikasi, Komplikasi, Sindrom Pseudoeksfoliasi.

Katarak berjenis-jenis pula dilihati dari letak atau tingkat kekeruhan lensa. Laman freepik menyebutkanya dengan jenis katarak Nuklearis, Kortikal, Subkapsular, Subkapsular Posterios, Subkapsular Anterior, katarak Matur, katarak Diabetes, katarak Morgagni dan yang lainnya. Butuh uraian Panjang untuk menjelaskan jenis-jenis katarak ini.

Begitu luar biasa ilmu kesehatan membagi dan memilah jenis penyakit mata manusia itu. Ternyata dalam kitab suci pun berpuluh-puluh surah yang menyinggung tentang mata.

Di antaranya, dalam laman tarwabia, disebutkan tentang nikmat mata, pada surah Al Mu’min ayat ke-58 yang berbunyi : وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَلَا الْمُسِيءُ قَلِيلًا مَا تَتَذَكَّرُونَ

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. (QS. Al Mu’min: 58)

Allah menggunakan perumpamaan orang yang beriman sebagai orang yang bisa melihat, sedangkan orang yang tidak beriman lagi durhaka seumpama orang yang buta. Selain memudahkan untuk memahami iman, ayat ini juga menunjukkan betapa luar biasa nikmat mata.

Pada ayat 66 surah Yassin tentang kuasa Allah SWT menjaga nikmat mata : وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ

Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya). (Yasin: 66)

Ayat ini juga merupakan ayar perumpamaan untuk menjadi pelajaran. Bahwa orang yang mendapat hidayah itu laksana orang yang bisa melihat. Sementara orang yang menyimpang dari kebenaran itu laksana orang yang kehilangan penglihatan. Dan sungguh yang kuasa memberikan penglihatan dan mencabutnya hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada surah berikut dinyatakan, mata akan dimintai pertanggungjawaban. وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS. Al Isra: 36).

Mata pula yang bisa mengantarkan ke surga atau menjerumuskan ke neraka.  وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al A’raf: 179)

Mata yang mudah menangis karena Allah .

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا آَمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami  telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.” (QS. Al Maidah: 83)

Mata pun amat responsive, karena merupakan salah satu organ yang akan bereaksi secara alami terhadap apa yang dilihatnya. Saat melihat hal yang mengejutkan atau mencekam, secara otomatis mata akan terbelalak.

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, (QS. Ibrahim: 42)

Pada hari keenam Ramadan ini, saya semakin menyadari betapa berharganya kesehatan manusia. Tidak salah bila ada ulama yang menyatakan, doa pertama dan utama kita kepada Allah SWT, adalah memohon ridho kesehatan kita dan keluarga.  (***)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *