Hari ke-16 Ramadhan 1439 H : Masjid dekat rumah


Ilustrasi - Masjid di kampung. (wallpaperanimemart)

Ini merupakan hari Jumat ketiga Ramadhan dan saya melaksanakan kewajiban shalat Jumat di Masjid Jami Muhammad Hasyim di jalan raya Dramaga km.07, Margajaya, Bogor.

Seperti biasa khotbah khatib pada bulan Ramadhan, umumnya menyinggung tentang pentingnya memperbanyak amalan, karena adanya balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Amalan yang sunnah mendapat ganjaran ibadah wajib sedangkan ibadah wajib dilipatgandakan ratusan kali lipat.

Tapi khatib muda di Masjid Jadi Muhammad Hasyim ini, lebih menekankan lagi pada personal yang kurang atau bahkan tidak mengindahkan hebatnya pengaruh bulan bonus ini pada kehidupan manusia, baik di dunia mau pun di akhirat.

“Masjid letaknya dekat rumah, tetapi tidak datang ke masjid. Apalagi puasa, padahal mengaku Islam,” katanya.

“Apa kata anak kita,  istri kita,  tetangga kita?  Bagaimana teladan kita kepada keluarga dan lingkungan?”

“Keluarga, tetangga, handai tolan, karyawan anak buah di kantor, siswa, mahasiswa, dan lain sebagainya yang suka pada kita, sebenarnya bukan karena kita hebat, tapi karena keteladanan kita .”

“Dan keteladan itu umumnya dilihat dari tindak tanduk kita sehari-hari dalam menunaikan kewajiban beragama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan dan lingkungan kita.”

“Kita jangan merasa bangga, besar kepala, bila kita dihormati orang, bila bersalaman ada yang mencium tangan. Itu dilihat dari keteladanan dan keteladanan itu ada dalam agama. Jadi kita harus tetap merendah dan istighfar pada Allah SWT.”

Apa sih sebenarnya inti khotbah Jumat ini?

Jangan lalaikan shalat sebagai tiang agama.

Artinya, shalat bagi umat yang mengaku beraga Islam, merupakan fondasi dalam hidup dan kehidupan. Kalau fondasi kehidupan itu goyah, maka goyanglah semua perjalanan hidup di dunia ini.  (arl)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *