Pada hari ke-10 Ramadhan ini, sudah dua kali ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman di Kawi-Kawi Atas. Mereka ditumpangkan dengan saudara mereka yang sudah lama wafat, karena pemakaman itu sudah penuh.
Bagaimana dengan orang yang wafat pada bulan Ramadhan?
Diriwayatkan dalam Hadist riwayat Ahmad, bahwa Nabi saw bersabda,
“Barangsiapa yang mengatakan Laa Ilaha Illalah dengan hanya mengharapkan rida Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.
Hadis di atas adalah khusus bagi hamba-hamba Allah yang beriman dan meninggal dalam keadaan beriman, serta mengharapkan ridanya di dalam amal-amal salehnya, tidak terkecuali jika hal itu terjadi di bulan Ramadan.
Adapun mengenai ayat-ayat Alquran yang masih relevan dengan masalah ini bahwa amal saleh mengantarkan seseorang ke dalam surga adalah sebagai berikut.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan, orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (Q.S Al-Baqarah: 82)
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari yang telah mereka kerjakan. (Q.S. An-Nahl: 97).
Dalam ayat tersebut, janji Allah untuk memasukkan ke dalam surga pun tidak hanya sebatas di bulan Ramadhan, tetapi juga di bulan-bulan lain, asalkan orang tersebut beriman dan beramal saleh. Dengan demikian, orang yang meninggal di bulan Ramadhan akan masuk surga, tertolak.
Dalil-dalil di atas menyimpulkan, seseorang yang meninggal di bulan Ramadhan tidak serta merta melapangkannya ke surga, dilihat dulu tentang amal dan perbuatannya.
Jika ada seseorang meninggal di waktu-waktu istimewa, seperti meninggal pada bulan Ramadhan, hari Jumat, atau di tempat sakral, seperti Masjidil Haram maupun Masjidil Aqsha, kita hanya dapat mendoakan semoga rahmat dan ampunan menaunginya.
Mengenai yang menyebutkan orang yang meninggal di bulan Ramadhan akan masuk surga, secara spesifik juga tidak dijumpai, dan urusan surga atau neraka itu adalah hak prerogatif Allah SWT.
Sekarang yang jelas, orang mati semakin payah mendapatkan tempat yang layak, karena sudah banyak permakaman yang “full”, sehingga harus main tumpang tindih dengan keluarganya.
Pernah di kawasan Kawi-Kawi ada yang meninggal, tidak dapat dimakamkan di pemakaman di situ, sehingga harus mencari tempat lain untuk urusan tanah dua meter itu.
Amal dan perbuatan di dunia akan menentukan apakah kita akan masuk surga atau neraka, bukan karena waktu atau tempat meninggalnya.
Wallahualam bissawab. (arl)