Ihrom
Aku tertegun memandang dua lembar kain itu Putih memanjang Pembalut tubuh Berhari-hari Sembari ibadah, makan, mandi, tidur, jalan Ini lembaran[…]
Malam ini cahayanya melimpah Tajam, menembus sela dedaunan Purnama, kata orang bulan penuh Sayang, anak-anak tak ada keluar malam Padahal[…]
Jejeran pohon bambu bergerak-gerak Menari dengan gemulai menawan Dedaunannya melambai-lambai Suaranya, aduhai , berdesah-desah basah Pasti ada yang memetik simfoni[…]
Takbiran menggema Saung itu berwarna Pengeras suara bergetar Allohu Akbar Allohu Akbar, Walillahilhamd blok perumahan sepi hati tak menentu, terbayang[…]
Memandang punggung mereka Di ujung bulan ini kaki mungil itu berjuntai di gendongan bila terang ia pasti jalan tertatih mengikuti[…]
Sebentar lagi tamu itu akan pergi entah apa yang sudah kusuguhkan kepadanya tapi sebaliknya, begitu banyak makanan yang diantarkannya kepadaku[…]
Tiada kata mewujud sembilan hari ini Tapi kata terlalu banyak lahir dalam diam Di malam hari mereka bersileweran Masa lalu,[…]
Hari ini aku merasa menjadi tamu Dalam diri sendiri Kuketuk pintu Menjenguk ke dalam, tak ada aku Mencari siapa? Aku[…]
Aku harus berpihak Aku harus menelikung Semua orang memihak Semua orang berpihak Berpihak pada kebenaran Adakah kebenaran? Ada tapi mutlak[…]
Hari ini aku terpana Untung teringat lagi puasa Kembali ke diri yang sebenaranya Ada ganjalan yang harus dicerna Bahkan dihancurkan[…]