Ilustrasi - Saung. (arl)
Takbiran menggema
Saung itu berwarna
Pengeras suara bergetar
Allohu Akbar Allohu Akbar, Walillahilhamd
blok perumahan sepi
hati tak menentu, terbayang takbir-takbir lalu
terkenang lebaran lebaran lalu
di kampung halaman
di siantar
di jakarta
lampu-lampu warga menghalau gelap
kumandang takbiran bersahutan
dari masjid kampung, arraya dan saung
takbiran menggema
saung itu berwarna
bergetar pengeras suaranya, tergetar
terdengar tangisan ayah
di setiap malam Lebaran
sedari kecil orantuanya sudah tiada
kenangan lain membuncah kemana-mana
rekaman kehidupan itu berputar
panjang sekali
wahai teman, ketawa dan tangis silih berganti
berpilin-pilin dalam dada
lisan kembali Kalimatillah
Allohu Akbar, Allohu Akbar, Walillahilhamd
Takbiran menggema
Saung itu berwarna
Ada tetesan air
ada titisan gerak
kiambang menyibak senyap
rupa-rupa, warna-warni, berkembang
ini Lebaran baru
tak seperti biasa, bagi siapa saja
aku kembali ke Kalimatillah
Allohu Akbar, Allohu Akbar, Walilaahilhamd
oOo
Ciampea, 24052020