Puasa Ramadan 1441 H (18-27) – Wujud Maujud


Ilustrasi - Wujud Maujud. (sufinews.com)

Tiada kata mewujud sembilan hari ini

Tapi kata terlalu banyak lahir dalam diam

Di malam hari mereka bersileweran

Masa lalu, sekarang dan di depan mata

Imam Amidi dengan kekuatan batin

membaca illat dan ma’lul

ada sesuatu tak berujung meski ada permulaannya

kenikmatan penduduk surga

azab penduduk neraka

ada permulaan tak ada ujung

tiada titik akhir.

 

Tiada kata mewujud sembilan hari ini

Karena kata kembali kepada kata

Sehingga kata harus ditembus

Ditikam mencari makna

Hidup hanya penampakan

seperti sinar mentari menempel ke jemuran

ia hanya bagian dari mentari

mentari tidak pernah bergantung pada berkas

Allah berfirman: “Dialah Yang Maha Pertama dan Maha Terakhir; Yang Maha Tampak dan Yang Maha Tersembunyi.” (QS 57: 3).

apa pun yang terlintas di alam ciptaan adalah ‘nama’ dan ‘penampakan’ Allah, baik ciptaan itu dianggap memiliki sifat ‘pertama’, ‘terakhir’, ‘tampak’ ataupun ‘tersembunyi’. (ganaislamica)

Allah adalah Yang paling Pertama dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘pertama’, Yang paling Terakhir dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘terakhir’.

Yang paling tampak dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘tampak’ dan Yang paling tersembunyi dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘tersembunyi’.

Allah berfirman: “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun engkau menghadap, di situlah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (Maha Meliputi) dan Maha Mengetahui.” (QS 2: 115). Tafsirnya, kemana saja kita menghadap atau tentang apa saja kita berpikir, kita akan menemukan Wajah Allah, lantaran semua yang kita hadapi dan kita pikirkan itu adalah ciptaan dan penampakan-Nya.

Suatu ketika Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib RA pernah ditanya:

“Di mana Wajah Allah?” Sebelum menjawab, beliau meminta si penanya untuk membakar api unggun.

Ketika api sedang menyala dengan hebat, Ali bertanya: “Tunjukkan padaku di mana wajah bara api ini?”

Si penanya menjawab: “Seluruh sudut api ini adalah wajahnya.”

Kemudian Amirul Mukminin Ali menimpali: “Kalau benda ciptaan dan buatan seperti api saja engkau sudah tidak bisa mengetahui wajahnya, bagaimana dengan Dzat Pencipta yang sama sekali tidak serupa dengan ciptaan ini?!”

Semua wujud milik Maujud

Maujud yang Haq

Yang coba kuraba-raba

Dengan inti kedalaman rokhaniku

Selama sembilan hari puasa Ramadan 1441 H

Tak ada kata mewujud

kosong

Ampuni kami Ya Robb.

oOo

Ciampea, 19052020

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *