Ilustrasi - Wujud Maujud. (sufinews.com)
Tiada kata mewujud sembilan hari ini
Tapi kata terlalu banyak lahir dalam diam
Di malam hari mereka bersileweran
Masa lalu, sekarang dan di depan mata
Imam Amidi dengan kekuatan batin
membaca illat dan ma’lul
ada sesuatu tak berujung meski ada permulaannya
kenikmatan penduduk surga
azab penduduk neraka
ada permulaan tak ada ujung
tiada titik akhir.
Tiada kata mewujud sembilan hari ini
Karena kata kembali kepada kata
Sehingga kata harus ditembus
Ditikam mencari makna
Hidup hanya penampakan
seperti sinar mentari menempel ke jemuran
ia hanya bagian dari mentari
mentari tidak pernah bergantung pada berkas
Allah berfirman: “Dialah Yang Maha Pertama dan Maha Terakhir; Yang Maha Tampak dan Yang Maha Tersembunyi.” (QS 57: 3).
apa pun yang terlintas di alam ciptaan adalah ‘nama’ dan ‘penampakan’ Allah, baik ciptaan itu dianggap memiliki sifat ‘pertama’, ‘terakhir’, ‘tampak’ ataupun ‘tersembunyi’. (ganaislamica)
Allah adalah Yang paling Pertama dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘pertama’, Yang paling Terakhir dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘terakhir’.
Yang paling tampak dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘tampak’ dan Yang paling tersembunyi dari semua yang dianggap memiliki sifat ‘tersembunyi’.
Allah berfirman: “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun engkau menghadap, di situlah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (Maha Meliputi) dan Maha Mengetahui.” (QS 2: 115). Tafsirnya, kemana saja kita menghadap atau tentang apa saja kita berpikir, kita akan menemukan Wajah Allah, lantaran semua yang kita hadapi dan kita pikirkan itu adalah ciptaan dan penampakan-Nya.
Suatu ketika Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib RA pernah ditanya:
“Di mana Wajah Allah?” Sebelum menjawab, beliau meminta si penanya untuk membakar api unggun.
Ketika api sedang menyala dengan hebat, Ali bertanya: “Tunjukkan padaku di mana wajah bara api ini?”
Si penanya menjawab: “Seluruh sudut api ini adalah wajahnya.”
Kemudian Amirul Mukminin Ali menimpali: “Kalau benda ciptaan dan buatan seperti api saja engkau sudah tidak bisa mengetahui wajahnya, bagaimana dengan Dzat Pencipta yang sama sekali tidak serupa dengan ciptaan ini?!”
Semua wujud milik Maujud
Maujud yang Haq
Yang coba kuraba-raba
Dengan inti kedalaman rokhaniku
Selama sembilan hari puasa Ramadan 1441 H
Tak ada kata mewujud
kosong
Ampuni kami Ya Robb.
oOo
Ciampea, 19052020