Ilustrasi - Irama dan selaras. (unnes)
Perjalanan hidup adalah perputaran waktu dan kalau ini dihayati maka sebenarnya keberadaan manusia di alam ini – dimana pun berada – adalah hakikat tentang keselarasan.
Keselarasan apa?
Irama dan tempo. Penyesuaian peradaban dan kebiasaan.
Makanya ada pepatah yang berbunyi: masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang ayam berkotek, dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung.
Saya sudah 15 hari berada di negara asing, di Melbourne, pada 23 Maret 2019. Saya harus menyelaraskan diri dengan musim (autumn) – yang dingin tapi terkadang panas, hujan, angin menderu – menjelang musim dingin (winter) yang pasti amat dingin untuk ukuran orang khatulistiwa.
Dalam mengatasi jat lag, butuh waktu adaptasi dalam beberapa hari, dan ini merupakan penyelarasan berupa irama dan tempo bagi manusia dua musim dengan alam empat musim.
Jam biologis pada tubuh manusia berperan menggerakkan ritme sirkadian untuk mengendalikan sistem tubuh, mulai dari tekanan darah, waktu lapar, hingga jadwal tidur.
Jam biologis tubuh dikendalikan hormon ngantuk melatonin, yang diproduksi saat hari mulai gelap untuk mengendalikan suhu tubuh saat tidur.
Ketika manusia terbang ke zona waktu yang berbeda, jam biologis dirombak ulang untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga menjadi tidak sinkron dengan rutinitas kebiasaan.
Nah, saya merasakan menjalani penyelarasan irama dan sinkronisasi tempo antara alam makro (dunia) dengan diri saya sebagai alam mikro (manusia).
Ini terasa ketika menjalankan ibadah, karena sholat di sini mengalami perbedaan waktu (tempo) mencolok dengan wib. Subuh, misalnya, waktu setempat pukul 05.59, Zuhur (13.27), Ashar (16.50), Magrib (19.27), Isya (20.49).
Ini salah satu penyelarasan, apalagi setiap hari terjadi perbedaan waktu sholat antara satu hingga empat menit. Suara azan tak terdengar kecuali dari telepon genggam, atau bila kediaman dekat masjid.
Ketika bangun pagi sebelum keluar rumah, orang biasanya melihat HP untuk mengetahui iklim hari itu serta untuk kesokan harinya.
Ramalan cuaca menjadi pegangan utama untuk keluar rumah, bahkan utuk mencuci pakaian. Panas, dingin (hingga 15 derajat C), hujan, angin kencang, kelembaban udara, merupakan hal yang menjadi perhatian di musim autumn.
Dengan penyelarasan kebiasaan, terasa ada kejutan budaya, karena ada semacam hentakan di luar kebiasaan sehari-hari – berkaitan dengan disiplin dan taat hukum.
Masuk dalam toilet, misalnya, tidak ada kran air (kecuali tisu), perubahan waktu makan, cara menyeberang jalan, tidak sembarangan meludah, ekstra hati-hati dengan makanan haram, busana menyesuaikan alam (musim) dan lainnya.
Masuk ke tempat umum atau mol tidak mungkin memicingkan mata atau mengalihkan pandang karena ke ana pun arah mata, berbagai corak busana manusia yang bersileweran dengan pakaian seolah kurang kain atau salah jahitan.
Usai berbelanja di mol, hitung sendiri, bayar menggunakan kartu – tidak lagi dilayani manusia.
Isi bahan bakar di SPBU tinggal masukkan bahan bakar sendiri ke dalam tangki mobil dan bayar ke kasir yang berada di dalam toko (semacam Seven12). Jumlah bahan bakar yang dibeli sudah ketahuan di komputer kasir.
Para pengemudi kendaraan di jalanan semua tertib, menghargai para pejalan kaki dan pengendara sepeda. Masih jauh jaraknya, mereka sudah menghentikan kendaraan dan lengannya member tanda agar kita lewat.
Selama 15 hari berada di kota ini, belum pernah mendengar klakson mobil. Para pengendara disiplin. Merek kendaraan amat beragam, harga mobil tangan kedua (2nd hand) yang masih bagus mulus amat murah, banyak berkisar mulai dari 20 jutaan rupiah.
Ini semua merupakan penyelarasan.
Keselarasan irama hidup dan tempo perjalanan.
Penyelarasan peradaban dan kebiasaan. Disiplin tinggi ditanamkan sejak masa kanak-kanak.
Patuh hukum merupakan hal paling utama bahkan mutlak di negara multi kultur itu.
Jangan harap menemukan polisi di jalanan, karena semua pengendara mobil ya…sadar hukum itu. Di tiap persimpangan ada kamera dan sanksi hukum diterapkan dengan benar.
Ini semua merupakan permainan irama dan tempo, irama kehidupan, tempo perjalanan waktu.
Untuk menjaga keseimbangan alam makro dan mikro dibutuhkan: keselarasan ! (arl)