Ilustrasi - Daun. (pinterest)
Dua bola mata itu memandang
Bening
menyorot sesekali berkedip
Daun-daun bergoyang
Dibalik rentang kaca terang membentang diselaput uap
Sisa malam yang membeku
Dua bola mata itu memandang
Hening
Kedua lengan menghentak
Dengan jemari lentik seperti menari kecak
Taut bertaut berkali-kali
Dedaunan seperti bersorak
tiada henti
terkadang berkelok gemulai
Tak lama kemudian menghardik
Angin menderu suaranya menerobos ke dalam telinga
Jemari mungil itu seakan menggaruk-garuk fitrahnya
dengan alam semesta
Yang benderang membungkus
sinar yang tetap mengilukan jemari yang dikepal-kepalkan.
Dua bola mata itu memandang
Hitam yang menutup bening dan hening
Perjalanan hari tiba di tepi malam
Berjenis ranting dan daunan
Terombang-ambing diterpa angin
Tiupannya menikam kelam
Gelap menyelimuti kaca
Membentang selimut uap
Dua bola mata itu memandang
Menghunjam ke tilam peraduannya
Sorotnya bersinar ke relung hati
Didampingi bening hening
Kembali menunggu digulungnya
selimut uap dan mencabut tikaman kelam
Sepasang mata bola
Masuk ke peraduannya
terlelap nyenyak
hingga sinar mentari muncul lagi esok hari.
oOo
Claytone, Melbourne, 0542019