Ilustrasi - Hijau dedaunan di kawasan Bogor. (jongfajarkelana)
Semua orang yang tinggal di Jakarta yang dipenuhi hutan tembok ini, pasti merasa sejuk hatinya dan plong pandangannya melihat hijau pohon dan dedaunan di kampung atau desa.
Hari ke-12 Ramadhan ini saya menyaksikan dan mengalami hal ini di Kampung Setu, Kel Cicadas, Kec Ciampea, Kab Bogor.
Perjalanan terasa panjang dari stasiun kereta api Kramat menuju Bogor. Kemudian naik angot 02 menuju terminal Laladon. Kemudian ganti naik angkot 35 tujuan Segog, turun di Gang Takokak, dekat Perum Arraya. Melihat jarum jam, lebih dua jam perjalanan dari Jakarta.
Saya berada tepatnya di Ciampea Ilir, rt 05 rw 06, bertemu dengan teman baru – pedagang soto mi Bogor dan berbincang-bincang, setelah sebelumnya shalat di mushola kecil.
Kemudian dengan berbonceng tiga naik sepeda motor, kami menyusuri jalan kecil berliku melewati perkampungan dan tiba di Kampung Setu. Di sini lah saya menyaksikan hijau dedaunan, -pohon-pohon sayur dan singkong – yang bergoyang-goyang dihembus semilir angin.
Mata yang penat menyaksikan rutinitas mobilitas manusia serta berbagai bangunan dari rumah reyot hingga tembok beton yang dilewati sudah puluhan tahun, tentu berterima kasih karena hari ini dua bola bundar di mata itu menyaksikan kawasan berdaun hijau.
Nah, apa benar ada efek warana hijau pada bola mata kita?
Dalam kepustakaan, belum ada diuraikan apakah ada penelitian tentang manfaat warna hijau pada mata. Tapi secara psikologis, warna hijau warna hijau memiliki pengaruh pada mood dan pikiran sehingga membuat orang merasa lebih tenang. Makanya banyak orang perg ke kawasan Puncak bila hari libur.
Dalam salah satu media disebutkan, warna hijau memberikan pengaruh terhadap psikologi dan emosi manusia. Warna juga menjadi bentuk komunikasi nonverbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih memiliki makna.
Ilmu yang menggunakan warna untuk terapi disebut colourology (menggunakan warna untuk penyembuhan). Metode ini sudah lama digunakan dan dikembangkan dalam masyarakat Mesir dan Cina jaman dulu atau pada masa kebudayaan kuno.
Mata yang kita miliki bisa menangkap tujuh juta warna berbeda. Tetapi, ada beberapa warna utama yang bisa memiliki dampak pada kesehatan dan mood. Setiap warna memancarkan gelombang energi panjang yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula.
Dalam colour-affects.co.uk, disebutkan, ada empat warna utama yang mempengaruhi psikologi sehari-hari, yaitu merah, biru, kuning, dan hijau. Warna itu memiliki keterkaitan dengan tubuh, pikiran, emosi, dan keseimbangan penting di antara ketiganya.
Warna hijau memiliki arti keseimbangan. Ia memiliki manfaat positif, missal, membawa harmoni dalam kehidupan sehari-hari, keseimbangan emosi, penyegaran mata dan pikiran, menenangkan, membuat kita peduli akan lingkungan, keseimbangan pikiran, dan membawa kedamaian.
Namun, warna hijau juga memiliki “efek samping” seperti bisa membuat kita merasa bosan, rasanya begitu-gitu saja, membuat kita lemah dan lemas.
Saat mata melihat sesuatu yang hijau atau berwarna hijau, mata kita tidak perlu penyesuaian apapun, makanya kita terasa nyaman dan tenang ketika melihatnya. Ketika kita melihat warna hijau, kita akan merasakan kehadiran alam, seperti kehadiran adanya air, dan merasa aman karena rasa ancaman bahaya lebih sedikit.
Para peneliti menemukan pula bahwa warna hijau dapat meningkatkan kemampuan membaca untuk para pelajar. Mereka yang biasa membaca materi tulisan di atas lembaran berwarna hijau transparan akan meningkatkan meningkatkan kecepatan membaca dan pemahaman.
Nah, saya sudah melihat, menyaksikan dan merasakan, mata dan pikiran saya mengalami semacam relaksasi di Kampung Setu, pada hari ke-12 Ramadhan ini. (arl)