Selamat jalan Ramadan 1440H: Apakah puasa kita diterima Allah SWT? 


Ilustrasi - Selamat jalan Ramadan 1440 H. (pixabay.com)

Selamat jalan Ramadan 1440 H.

Sebulan penuh Ramadan menjadi tamu kita,  tapi apakah puasa dan amal ibadah yang kita jalani pada Ramadan ini diterima Allah SWT?

Tidak semua amalan manusia di bulan suci Ramadan diterima Allah SWT, karena harus ditinjau dari berbagai hal, di antaranya keikhlasan, niat, kesalahan kecil dan besar yang dilakukan selama bulan ini.

Di bawah ini sekelumit kisah puasa orang yang tidak diterima Allah SWT walau malaikat mengamini doa-doa orang selama Ramadan. Kisah ini diambil dari beberapa sumber dan pernah saya tuliskan pada Ramadan 1439 H.  :

Pada salah satu Ramadhan di zaman Rosul SAW, Rasulullah SAW dan para sahabatnya membaca takbir, tahmid dan tahlil di Masjidil Haram.

Saat sedang bertakbir, tiba- tiba Rasulullah SAW keluar dari kelompok dan menepi ke arah dinding.

Kemudian Rasulullah S.A.W mengangkat kedua tangannya seperti orang berdoa dan beliau mengucapkan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasulullah SAW mengusapkan kedua tangan di wajahnya para sahabat mendekati dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi sehingga engkau

mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amin sampai tiga kali?”

Rasulullah SAW menjawab, “Tadi saya didatangi Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya.”

“Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasulullah?” tanya sahabat.

Kemudian Rasulullah S.A.W menjawab, “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkan”:

  1. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan?. Rasulullah SAW mengatakan Amin.
  1. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan.? Rasulullah SAW mengatakan Amin.
  1. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling memaafkan.  Rasulullah SAW mengatakan Amin.

Demikianlah doa yang dibaca Jibril sehingga Rasulullah S.A.W mengaminkan sampai tiga kali.

Ada empat faktor yang membuat doa tersebut pasti dikabulkan Allah, yaitu:

  1. Yang berdoa Jibril, mahluk yang sejak diciptakan tidak pernah membantah dan berbuat dosa kepada Allah.
  2. Yang mengaminkan doa tersebut Muhammad manusia Maksum yang telah diampuni semua dosanya.
  3. Tempat berdoa adalah Masjidilharam tempat yang mendapat berkah dari Allah.
  4. Waktu berdoa adalah malam Aidil Fitri, satu di antara sepuluh malam yang jika kita berdoa langsung diijabah oleh Allah.

Jika kita ingin amal ibadah kita di bulan Ramadan diterima Allah, maka hindarilah tiga hal di atas kerana selama tiga persoalan di atas belum diselesaikan maka amal ibadah kita selama bulan Ramadhan masih ditahan oleh Allah SWT,   sampai kita menyelesaikannya.

Nah, saudaraku seiman semua, betapa pemurahnya Allah SWT, namun Ia membuat semacam persyaratan untuk meluluskan permintaan kita.

Di antara sekian banyak cobaan yang menerpa manusia,  salah satunya, ya itu tadi, harus berusaha menghindari cekcok keluarga dan berbaik-baikanlah antara anak dan orangtua serta keluarga dan handai tolan.

Belakangan ini pertikaian antarkeluarga dan teman begitu berkecamuk luar biasa, semua bersifat keduniawian semata dan arena ikut-ikutan politik membabi buta.

Nah, coba kita bercermin diri, bagaimana puasa kita selama Ramadan 1440 H?

Apakah kita mungkin menjadi bayi suci kembali?

Subhanalloh.

oOo

Clayton, Melbourne 04062019.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *