Ilustrasi - Tiang Listrik. (bocahlapindo)
Ini sajak fisik
Menjadi olok-olok semata
Padahal nilainya dua trilyun rupiah lebih
Dibagi-bagi entah ke siapa saja
Betapa tega..padahal ini untuk identitas rakyat
Lika-liku amat panjang
Dari rentang renteng kebusukan jangka panjang
Perilaku semena-mena disumpahi ratusan juta orang
Mengalami pembusukan moral di dunia
Ini sajak fisik
Tentang manusia yang sudah berkali-kali melewati lubang hukum
Jangan-jangan ia bukan lagi dirinya sendiri
Entah siapa ada dalam dirinya
“aku ini siapa. Siapa dalam diriku?
Aku ketua wakil rakyat. Tapi kok mau diombang-ambingkan manusia.”
itu mungkin keluhan dalam batinnya
Yang mulutnya selalu melongo di gambar media.
Ini sajak fisik
Tentang uang yang berserakan kemana-mana
Tentang hukum negara
Tentang pembela tersangka
Tentang politik kuning merah
Tentang 2019
Tentang profesi penyampai berita
Yang dianggap tidak beretika
Ah,
Akhirnya sajak ini menusuk ke dalam batin
Menyentuh kontemplasi jiwa
Menyeberangi lembaran kata dan gambar
Beyond human being
Yang buta mata batinnya
yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata
karena dapat dipaut-kaitkan dengan berbagai perkara
Ini sajak jiwa
Misteri hukum dan politik
Bergeser makna dan nilainya
Baik hanya dalam teks
Nelangsa berkaitan dengan konteks
Ratusan masalah sama
Menimpa petinggi negara
Ini sajak batin
Tiang listrik menjadi metapora
Sikap petinggi negara
Sifat pemuka apa saja
Menjadi sumber renungan
Menjadi olah kalbu
Menjadi dasar doa
menghindari dosa besar
yang seperti tiang listrik
untuk tidak ditabrak di dunia ini.
Wabillahilham.
***
Jakarta17 November 2017