Sajak kepada teman 1


Ilustrasi - Teman lama.

Duduk di beranda rumah

Semut amat ramah

Tak ada yang marah

Bersalaman setiap bertemu

Seolah tak ada keluh kesah

Seperti tak mengerti kata pasrah

Bersama memboyong benda besar, tak payah

 

Menyimak di beranda rumah

Murah sekali ini contoh perilaku mudah

Tapi dalam tanpa situasi meriah tetap seperti pasrah

Karena tidak mampu mencerna masalah

berleha-leha isi kepala tak terasah

tak dimamah apalagi dibedah

 

ah, aku setengah tengadah

tapi tak ada alat untuk menadah, ah

 

Terhenyak di beranda rumah

Duduk melekat tak terangkat

bersatu dengan bayang

membelakangi bayang-bayang seolah wujud

Tapi asap bergoyang-goyang bukti maujud

Aku merasa keluar dari wadah

Duduk bersila berhadapan

 

Di depan cermin

melihat wajah rupa sosokku

mata hidung mulut

telinga dahi pipi

kuamati satu persatu

lamat-lamat menyatu

diriku

maqomku

 

bercermin pada diri sendiri

kaca ini menipu

Setiap kuangkat tangan kiri

tangan kanan yang naik

begitu lah sebaliknya

bagian kiriku adalah kanan dan kanan adalah kiri

dulu aku suka sekali cermin

di rumah, di mobil, dimana saja

karena perlu untuk menata sosok

dibutuhkan untuk mundur atau berbelok

apalagi untuk parkir

tapi kini aku takut bercermin

baik cekung apalagi cembung

karena semua anggota tubuh bicara

satu per satu

padahal aku sudah berusaha menutup mulut mereka

tapi inilah silaturahim dengan diri sendiri

malah aku berbicara dengan semua bagian tubuh

setiap ada yang bicara yang lain khusuk mendengarkan

pada beberapa bagian aku amat malu

pada bagian lain sebagai penyesalan mendalam

karena terdengar rajam dalam pesona hijab

 

tambahkan kata waduk..wuduk..tawadduk

 

Aku berdiri di tepi kolam

 

Untuk menyaksikan masa silam

…………………

Beranda rumah

Cermin

Kolam, adalah…………………

Aku

Membuka tujuh pintu hati.

ooo

Jakarta, Oktober 2017

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *