(Sejak sajak kehilangan sanjak
Luka menganga tak kunjung merekat)
Seluruh sapa padamu luka
Seluruh tanya padamu luka
Seluruh jawab padamu luka
Karena kau dimana-mana
Semua sebab padamu luka
Semua karena padamu luka
Semua akibat padamu luka
Karena kau simpul semena-mena
Seluruh semua luluh di pintu luka
Seluruh kumuh di altar luka
Seluruh semua rintih di kamar luka
Seluruh semua tangis di dada luka
Luka menganga habis darahnya
Luka seperti tertawa tanpa suara
Luka terbuka
Luka seperti menyapa tanpa nada
Karena luka hati ini mati
Karena luka kepala ini tak berarti
Karena luka jiwa ini menari
Karena luka nurani ini terpateri dalam peti misteri
Karena luka diri ini berlari
Hati, kepala, jiwa, nurani, diri
Mencari-cari negeri
Yang raib seperti mimpi
Menguap amat ngeri
Masih panjang hari-hari
Menanti di isi
Hasil doa anak negeri
Agar luka rapat lagi
Luka, kapan kau pergi?
(sejak sajak kehilangan sanjak
Luka menganga tetap mencari makna) .
***
Jakarta, 2011