Lubna bersama Edward, wakil kepala sekolahnya di Melbourne. (L)
Dear Lubna dan keluarga
Kami sedih mengucapkan selamat berpisah
Tapi kami ingin Lubna dan keluarga sukses dalam segala hal
Kami senang menyaksikan Lubna berkembang selama di sekolah kami
Kami berharap Lubna dan keluarganya berhasil
Dalam jenjang berikutnya kehidupan ini
Terima kasih atas dukungannya
Selama berada di Clayton North
Hormat kami,
Edward
oOo

Ini surat singkat wakil kepala sekolah Lubna
Dalam pesan “Congratulations on your Achievement”
Karena Lubna akan kembali ke Jakarta
Setelah hampir tiga tahun menimba pengetahuan di sekolahnya
Aku membayangkan selama tiga bulan bolak-balik ke tempat itu
Mengantar dan menjemput Lubna,
Gedung dan halaman sekolah
Memenuhi ruang mata
Ini pesan lain yang menyentuh perasaan
Setelah surat lain dari Melissa asal Prancis
Yang berlinang air mata ketika berpelukan dengan Lubna
Dua sahabat karib, termasuk Keerat dari India serta Amber dari Yunani
Ternyata perpisahan sahabat karib itu memilukan
Perpisahan di tengah sekolah yang belum usai
Masih semester dua kelas empat es de negeri
Lubna ikut bunda ke Jakarta, yang usai pelajarannya
Masuk kembali ke kantornya, Lubna ke sekolah lamanya
Sedang ayah kembali cari nafkah
Tapi Lubna bawa adik baru ke Jakarta
Bayi perempuan lucu, Jennaira
Yang menipiskan rasa sedih yang seolah tak berkesudahan
Yang menepiskan rasa haru sejawat antarbangsa
Yang terjadi di kota multi-kultural itu
Dalam hidup, ada jenjang berikutnya
Seperti kata Edward
Dari satu tangga ke tangga lainnya
Ia pasti amat yakin dengan hal ini
Karena selalu mengalami dan merasakannya
Siswa-siswi yang keluar masuk,
Karena pekerjaan ayah atau ibunya
Karena sekolah orangtua mereka
Edward pasti merasakan betapa terbelahnya hati mereka,
yang bahagia karena akan kembali ke negara dan keluarga
yang duka karena berpisah dengan teman dan gurunya.
Dengar apa kata Edward,
Kami sedih mengucapkan selamat berpisah
Tapi kami ingin Lubna dan keluarga sukses dalam segala hal
Kami senang menyaksikan Lubna berkembang selama di sekolah kami
Ini adalah kenyataan hidup yang harus dijalani
Mereka pun sedih ditinggal murid-murid kesayangan mereka
Mereka berharap adanya kesuksesan
Dan senang karena mampu mengembangkan potensi muridnya
Ini artinya harus muncul ketegaran
Tidak ada basa-basi seperti zaman lalu:
Bukan perpisahan ini yang kusedihkan
Tapi pertemuan itu yang kusayangkan
Itu sudah tidak laku
Edward, benar apa yang kau katakan
Ada jenjang kehidupan yang harus dilalui
Kau, Lubna dan keluarganya
Semua orang seisi sekolah itu
Menjalani dan merasakannya
gembira dan sedih
kalian semua orang-orang mulia dan perkasa
Pasti masing-masing orang,
Menemukan cara menepis kepiluan itu
Karena manusia pada kodratnya
Kembali ke kampung halaman masing-masing
Kita dari asal
kembali ke asal.
oOo
Jakarta, 02072019