Lubna dan Melissa berpelukan, menitis airmata, tanda perpisahan di sekolah mereka. (L)
(Surat Melissa kepada Lubna)
Dear Lubna,
Saya berharap engkau menjalani hari-hari menakjubkan di Indonesia
Saya juga menginginkan kamu tidak melupakan persahabatan kita
Keerat,, Lubna dan Melissa, India, Indonesia dan Prancis
Saya tidak pernah melupakanmu
Dan persahabatan kita yang menakjubkan

Kamu teman baik saya selamanya
Saya belum pernah menemukan teman sebaik kamu
Saya harap kamu menjadi Sophie Dossie
Suatu hari atau kapan pun,
juga ajarkan kepada teman Indonesiamu
tentang back bend, twist your leg lagi dan lagi
Saya berharap ketika saya menyampaikan surat ini kepadamu
Mata saya tidak terlalu basah oleh airmata,
Yang mulai mengalir,
Ooooooooh..
Saya akan tetap mengingatmu dan kebaikanmu
Persahabatan kita bertiga akan berakhir
Tolong beritahu saya emailmu
Agar kita bisa saling berbagi surat
p.s. ingatlah Bradidadida..
Juga kita akan berbagi surat,
Inilah alamat saya
………@claytonnorth.ps.vic.edu.au
Ooo
Jangankan engkau Melissa
Mataku pun basah, setua ini tapi amat tersentuh
Aku pernah memegang lenganmu, lengan Keerat
Dan tentu saja lengah cucuku Lubna
Berbulan-bulan aku ke sekolah kalian
Mengantar dan menjemput Lubna

Aku selalu memandangimu dan Keerat
Betapa manis senyummu
Alangkah jernih mata dan pandanganmu
Beberapa kali pula aku berpapasan dengan Keerat
Di pintu masuk sekolah
Ia mengembangkan senyum khas gadis India
Ia tak lupa dengan wajahku
Melissa,
aku bahkan pernah memeriksa tugas sekolahmu
ketika wali murid diminta ikut memeriksa tugas rumah dan kelompok
Aku masuk ke dalam kelas, melihat tugasmu serta temanmu dari China dan Korea,
Aku ingat,
Kau dengan bagus menjelaskan tentang human circle of life
Pada awalnya aku bingung kok sekolahmu kelihatannya hanya bermain
Tapi akhirnya aku paham, bermain untuk membangun kepribadian
Kau sedih, mengeluarkan air mata ketika berpisah dengan Lubna
Kalian berpelukan
Betapa murni dan iklasnya airmata itu
Aku takjub,
India, Indonesia, Prancis,
Juga Amber dari Yunani
Multikultural mini
Replika Melbourne
Kalian masih kelas empat
Tapi hati kalian sudah menyatu
Menembus batas agama, ideologi, bangsa dan negara
Keerat, Lubna dan Melissa
Hampir tiga tahun kalian bersenda gurau
Dari tidak mengerti bahasa hingga akhirnya bercanda
Gelak ketawa kalian membayang di benakku
Ketika bermain di halaman sekolah, sebelum lonceng berbunyi
Berlari, melompat, berpijakan ke kuda-kuda dan gelang-gelang senam
Aku sebenarnya malu mengatakan Melissa
Airmatamu membuat jatuh airmataku
Ketika membaca suratmu yang sarat makna
Yang lebih ditekankan dengan berkali-kali gambar simbol love, senyum dan airmata
Rasanya getaran kata-kata surat itu tak pantas diterjemahkan ke lain bahasa
Karena halusnya budi bahasamu
Ah, aku merasakan kesedihanmu
Kepiluan hati kalian bertiga
Dan sebenarnya berempat, berlima, berenam dan seterusnya
termasuk Kak Sazha dari Aceh teman bermainmu bila sedang libur
Aku menyaksikan dan mengamatinya
Ketika mengikuti perayaan Harmony Day di sekolahmu
Kompak, teratur, tertib, bersahabat, ceria, sigap, semangat
Walau guru kalian ada yang pakai anting (lelaki) dan celana pendek
Entah kenapa kalian tidak terpengaruh
Disiplin kalian tinggi sekali
Bahkan Lubna marah bila meludah di jalanan umum
Entah bagaimana nanti bila ia kembali ke Jakarta
Apakah ia berang bila aku meludah atau membuang sampah di tengah jalan
Atau di bawah pohon

Keerat, Lubna dan Melissa
Tiga belia berangkat dewasa
Tapi mereka masih kelas empat es de
Mereka wanita dengan perasaan femina
Tapi getar ini menjalar kepada siapa saja
Bahkan lelaki dan orang dewasa
Bunda Lubna berkata susah tidur
Karena akan meninggalkan kota itu
Ia pun berulang kali berlinang airmata
Karena rasa tidak dapat dijamah dengan jemari
Karena intinya nuansa persahabatan
Dengan manusia dan alam semesta
Tapi menyesakkan dada
Karena ada rasa cinta tertinggal sepotong di Clayton North,
Di Black Street, Monash City,
hingga tempat bunda bolak-balik ke Deakin University sampai selesai sekolahnya
Yang juga pernah kukelilingi
Rasa ini tidak tersampaikan lewat kata-kata,
Keerat, Lubna, Melissa,
Biarkan air bening itu mengalir,
Menyusup ke balik frasa
Begitu banyak kata tersirat
Dan rasa tersurat
Seribu puisi kalian terpateri di Clayton North
Di Melbourne.
oOo
Jakarta, 29062019