Hari ke-22 Ramadhan 1439 H : Ramadhan sepanjang tahun?


Ilustrasi - Ramadhan sepanjang tahun. (butonpos)

Bagi orang yang tidak tahan lapar, dengan beralih atau berakhirnya bulan Ramadhan, bisa jadi amat menggembirakan, karena tidak usah lagi sembunyi-sembunyi untuk makan siang atau merokok atau ngopi.

Tapi bagi orang yang beriman, kepergian Ramadhan yang dianggap “tamu”, amat menyedihkan, biasanya ia meneteskan air mata kala mendengar takbir di malam Lebaran menjelang 1 Syawal.

Tapi ingat!  Ramadhan merupakan shahru Ramadhan. Merupakan momentum pendidikan fisik dan rohani.

Bila tidak puasa dengan alasan tertentu, maka puasanya harus dibayar dengan puasa selama dua bulan penuh. Atau bayar kifarat dengan memberi makan 60 orang fakir miskin!

Apakah memberi makan 60 orang fakir miskin itu untuk tidak puasa satu hari? Atau satu bulan? Kalau orang kaya yang memiliki banyak harta, apakah ia dapat membayar kifarat itu dengan tidak berpuasa selama satu bulan?

Apakah sebenarnya arti kifarat itu? Ternyata seseorang yang bersebadan dengan istri di siang hari, juga harus membayar kifarat, seseorang yang membunuh orang dengan sengaja juga harus membayar kifarat, bersumpah kemudian melanggar sumpah harus membayar kifarat atau denda.

Nah ini adalah ilmu yang harus dipelajari, salah satu dari lautan ilmu fikih yang terdapat dalam agama Islam.

Ini semua juga merupakan rahasia Allah SWT. “Puasa itu untukKu dan Aku sendiri yang akan menilai dan memberikan balasannya,” kata Allah SWT.

Manusia penuh dengan kebaikan tapi tidak beriman, tidak ada artinya di mata Allah SWT demikian pula dengan orang yang beriman tetapi berbuat maksiat.  Inilah yang kerap terjadi di tengah masyarakat, di kantor-kantor, di tengah keluarga dan dimana pun manusia berada.

Puasa Ramadhan adalah rahasia Allah SWT, tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ibadahnya diterima Allah SWT atau tidak.

Begitu hebatnya nilai puasa Ramadhan itu, sehingga Allah SWT mengatakan, “Kalau umatku tahu manfaat Ramadhan, maka mereka akan minta Ramadhan sepanjang tahun.”

Manusia sifatnya macam-macam, tentu ada yang gembira bila Ramadhan sepanjang tahun, tapi ada juga yang menangis karena tidak bisa makan siang atau merokok sembarangan.

Subhanalloh.  (arl)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *