Siwak.
Hari ini saya memburu siwak. Sebenarnya tidak memburu, karena kalau tahu tempatnya tinggal mendatanginya. Waktu bongkar-bongkar laci tua, terlihat siwak tapi sudah kotor karena tidak berbungkus kendati belum pernah digunakan. Jadi pengen beli lagi,
Aku berangkat ke Tamcit ditemani mantan pacar. Tapi tunggu dulu, apa sebenarnya siwak itu?
Nah, sebelum orang mengenal sikat dan pasta gigi, orang zaman dulu menggunakan siwak untuk menjaga kerbersihan gigi dan mulut. Walau kini tak banyak digunakan, tapi siwak ternyata memiliki beragam manfaat. Siwak adalah batang atau ranting pohon arak (Salvador persica), termasuk dalam ketegori semak belukar ditemui di wilayah Timur Tengah.
Kandungan alami dalam siwak mampu menjaga kesehatan gigi dan mulut, di antaranya alkaloid, silika, sodium bikarbonat, chloride, dan fluoride. Di samping itu, siwak juga mengandung bahan alami lain, seperti vitamin C, kalsium, sulfur, essential oil, dan tannin.
Dalam kepustakaan disebutkan, manfaat dari rutin membersihkan gigi menggunakan siwak, antara lain, mencegah gigi berlubang dan merawat kekuatan gigi, mencegah bau mulut dan menyegarkan napas, mencegah terbentuknya plak gigi, menghilangkan noda kuning di gigi, melindungi gusi dan mengurangi risiko terjadinya radang gusi (gingivitis).
Karena banyaknya manfaat siwak untuk kesehatan gigi dan mulut, organisasi Kesehatan dunia (World Health Organization) menyetujui siwak sebagai agen oral hygen. Kini, sudah ada produk pasta gigi mengandung siwak, bahkan diperkaya dengan ekstrak daun mint, membuat mulut lebih wangi dan segar.
Sampai detik ini pasti masih ada orang yang asing dengan siwak. Padahal siwak ini adalah sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi dan para sabahat serta ulama-ulama salaf, karena saking besarnya keutamaan sunnah bersiwak.
Saya nemun ada hadis tentang siwak diriwayatkan Abu Hurairah Ra. Rosulullah SAW. bersabda :
لولا ان اشق على امة لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة
“Seandainya aku tidak khawatir akan membebani umatku, niscaya aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak melakukan sholat” (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)
Rosulullah SAW menyatakan begitu pentingnya sunnah bersiwak.
Saya juga nemuin hadis lain, riwayat Abu Nu’aim dan Daru Quthni menyebutkan, solat dengan menggunakan siwak lebih utama daripada sholat tidak menggunakan siwak.
رَكْعَتَانِ بِسِوَك خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ صَلَاةً بِغَيْرِ سِوَاك
“Sholat dua rakaat dengan bersiwak lebih baik daripada tujuh puluh rakaat tanpa siwak” (HR. Daru Quthni)
Masya Allah, begitu hebatnya khasiat siwak, ranting belukar di Timur Tengah itu.
Aku bergegas menuju Tamcit, tempat penjualan kurma dan berbagai penganan asal Tanah Suci ….termasuk si siwak itu. (***)