11 Ramadan 1444H – Sekolah cucu


Lubna Zahra Kalyani. (arl)

Cucuku mengikuti pesantren sekolah selama 17 hari di bulan Ramadan. Pada hari ketujuh aku bersama istri, bunda cucu serta adik si kakak, dapat ijin menjenguk ke sekolahnya.

Baru seminggu menginap di sekolah, anakku mengatakan sudah rindu sekali, si cucu pun demikian, apalagi si adik yang suka bercanda dengan kakaknya.

Cucuku menceritakan berbagai kegiatan diadakan di sekolah, baik siang mau pun malam dan subuh. Mereka istirahat tidur pukul 11 malam dan menjelang pukul empat subuh sudah bangun.

Siang hari pun banyak kegiatan di sekolah SD Islam itu. “Saya cuci baju dan setrika sendiri. Jilbab saya bolong saya setrika,” kata cucuku, Lubna Zahra Kalyani, yang baru kelas satu sekolah menengah pertama itu.

Ia tampak haru ketika kami pulang. Air matanya berlinang, tapi ia tidak mengaku menangis. “Gak nangis, cuma ngantuk aja,” katanya.

Ia bercerita, ketika giliran ceramah singkat ke depan teman-temannya, ia bercerita tentang hari kiamat. Entah dari mana referensinya, sayang tidak direkam.

Cucuku yang sempat sekolah SD selama tiga tahun di Melbourne itu, kini sedang menulis novel berbahasa Inggris. “Setting cerita itu di Inggris. Tiap hari ia menulis satu-dua halaman. Saya pun belum baca novel itu, entah apa temanya,” kata bundanya.

Semoga Lubna dan enam cucu saya lainnya tetap soleh dan soleha dan tercapai cita-cita mereka..aamiin.(***)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *