Diskusi Reboan FWK di salah satu pojok Jakarta. (arl)
Apa itu (diskusi) Reboan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK)? Sejumlah wartawan senior pada awalnya lagi ngumpul dan setelah ngobrol ngalor-ngidul terbetik keinginan bagaimana caranya agar kita dapat bertemu setiap minggu. Jangan hanya ngumpul, tapi ada sesuatu yang dibahas, untuk kepentingann rakyat banyak, untuk kemaslahatan umat.
Apa yang bisa kita lakukan? Ya..ngomong, diskusi dan menulis. Tulisan ke atas meningatkan penguasa negeri alias pemerintah, agar jalan di rel yang pantas dan selayaknya, untuk kepentingan rakyat banyak, agar mendapat perhatian dan tidak tertindas. Kita pasti tak dapat berbuat banyak, kita hanya mengingatkan.
Diskusi sudah berlangsung beberapa kali, sejak tahun lalu, seru dan saling mengeluarkan pendapat masing-masing. Koordinator nasionalnya Raja Parlindungan Pane dan pencetusnya Hendry Ch Bangun, mantan wartawan Kompas, mantan Wakil Ketua Dewan Pers, mantan ketua umum PWI Pusat. Anggotanya para wartawan senior dan junior dari berbagai media, kini meluas ke berbagai daerah dengan Korwilnya dan Oktober 2026 rencana mengadakan forum nasional.
Tiap diskusi FWK membahas hal yang lagi trend di tengah masyarakat. Biasanya ada beberapa topik yang muncul, namun setelah dibahas dipilih salah satu, kemudian dibuat berita dan malam hari keesokan harinya bermunculan di berbagai media massa cetak dan online dari Sabang hingga Merauke.
Pada diskusi terbaru, Rabu, FWK mengeluarkan berita dengan judul – FWK meminta Presiden Prabowo jadikan pergantian Menkeu sebagai Perbaikan Ekonomi Masyarakat.
Pada diskusi sebelumnya ada yang berjudul: FWK: Negara Jangan Jadikan Bank Alat Represif. Ada juga: FWK Kritik MGB. Yang lain: FWK Imbau Presiden Sampaikan Pesan yang Menguatkan Optimisme Publik. Juga: FWK Kritik Komunikasi Pemerintah di tengah Ancaman Krisis Ekonomi Global.
FWK bukan anti pemerintah atauberseberangan dengan para penguasa, melainkan memberi peringatan untuk berjalan di jalur yang selayaknya dilakukan.
Melalui AI disebutkan, FWK adalahorganisasi yang diinisiasi oleh sejumlah wartawan senior untuk menyuarakan aspirasi strategis kenegaraan dan mengawasi kebijakan publik.
Nah, kita akan bertemu lagi dalam cerita lainnya. Siapa yang mau ikut? (arl)