Ilustrasi - Fokus Hari Ini (10) - Kerja di Pulau Obi. (mr)
Pulau Obi dimana? Kerja apa?
Ibu itu tiba-tiba saja berceloteh begitu duduk di sebelah saya, di ruang tunggu salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan.
Ia menunggu giliran untuk diterapi lutut kaki kanannya. Saya menunggu istri yang lagi diterapi, juga di bagian lutut kanan.
“Saya nunggu giliran terapi,” katanya sembari bercerita tentang osteoporosis yang dideritanya. Ia sih masih bisa berjalan, dibantu tongkat. Terapi sudah hampir setahun.
“Saya nanti dijemput anak saya. Ia baru datang dari Obi, ada tugas beberapa hari ke Jakarta. Bandung dan Surabaya,” kata si ibu.
:Obi itu apa Bu?”
“Itu lo, pulau di Maluku Utara. Pergi ke sana naik pesawat dua kali, ditambah naik perahu pula,” katanya. Di pulau itu ada penambangan nikel, di situ anak saya bekerja.”
“Dia itu pinter, serba bisa, sehingga selalu disuruh ke sana-kemari. Dia lagi di sini, katanya mau jemput saya ke rumah sakit. Saya bilang jangan. Dahulukan isterimu..dia mau kerja,” kata si ibu. Ia bercerita, istri anaknya tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai pramugari salah satu maskapai penerbangan nasional.
“Saya bilang jangan jemput saya..Lebih baik antar istri ke Bandara, karena ia mau terbang ke Makassar. Padahal baru kemarin dari Solo,” kata si ibu. Ia berceloteh dengan nada prihatin, kok kerja sekarang berat sekali, seolah tidak ada hentinya.
“Saya dulu kerja di hotel di Senayan, yang jadi hotel Sultan itu dan sudah diambil pemerintah. Dulu saya kerja naik turun tangga walau ada lift. Tapi saya tetap naik turun tangga agar lebih cepat dari lorong ke lorong dan lantai ke lantai,” ucapnya. Ia pun berceloteh, mungkin karena itu sekarang kakinya sakit dan dokter bilang keropos tulang atau persendian lutut.
Si ibu pun menambahkan, puteranya itu orangnya hemat dan pinter nyimpen duit. Hasil dia kerja ditabung dan dibeli rumah. Sekarang sudah ada delapan kamar kos..lumayan untuk tabungan hari tua dia,” kata si ibu.
Nah, tentang Pulau Obi? Saya buka di internet tentang pulau itu.
Pulau Obi ada di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, merupakan salah satu pusat hilirisasi dan tambang / smelter nikel terbesar di Indonesia, dikelola secara terintegrasi oleh Harita Nickel (PT Tri Megah Bangun Persada Tbk). Di internet banyak informasi tentang pulau dan tambang itu, dari sisi positip dan negatip.
“Yang punya itu Om Liem,” kata si Ibu, dengan menambahkan, puteranya pernah ke rumah keluarganya di kawasan PIK. “Anak-anaknya pun tinggal di kompleks itu dan rumah mereka menghadap ke laut dan di depan rumah ada kapal,” kata si ibu.
Ya..di Maluku Utara ada sekitar 975 pulau kecil dan pada info lain menyebut ada 1.474 pulau dan hanya 1.385 yang berpenghuni. Banyak pulau kecil itu menjadi lokasi aktivitas konsesi tambang nikel – yang salah satu gunanya sebagai bahan untuk pembuat batere motor dan mobil.
“Anak saya jarang pulang. Ia kelihatan lelah sekali..saya kasihan,” kata si ibu sembari menekan-nekan lututnya yang mungkin terasa mendenyut. Isteri saya keluar dari ruang terapi, kami kami pamitan meninggalkan si ibu – yang lupa saya tanyakan siapa nama dan dari mana asalnya, tapi usianya sudah berkepala tujuh. arl.