Banjir Sumatera




 Air tumpah dari bukit-bukit

Bukan dibawa hujan dari udara

Ini bukan banjir biasa, ini bukan air biasa

Karena tak berapa lama air berubah menjadi kayu

Ribuan gelondongan menutup air

Ini bukan kayu biasa, karena ditumbangkan tanpa perhitungan

Banjir gelondongan membuka mata

Dari rakyat jelata hingga para penguasa dan pengusaha

Ini sudah puluhan tahun terjadi, hutan gundul sudah hampir 25 kali Jakarta

Semua buka suara bela diri dan ada saling menyalahkan

Sudah 683 surat izin dikeluarkan, entah sudah berapa T negara dirugikan

Kok sampai hati ya?

Padahal mereka sembahyang dan puasa

Uang haram mengalir di darah keluarga

Sudah hampir 1000 nyawa melayang

Kehilangan sanak keluarga dan tempat tinggal

Bahkan mengungsi sampai ke atas genteng.

Ya Allah, Engkau tunjukkan kebusukan mereka

Mereka yang berkuasa tapi tak peduli pada rakyatnya.

Puisi ini kehabisan kata-kata

Tak mampu melukiskan bejatnya moral mereka.

Mereka yang punya kesempatan memimpin negara

mulut neraka menganga siap menampung mereka.

Doa dari rakyat jelata yang ternista.

***

Jakarta, 05122025.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *