2 Ramadan – 1444H – Gak Sahur 


Ikustrasi - Sahur..sahur..(nukendal)

Seorang penumpang angkot di sebelah supir dengan santai menghisap rokoknya. Nikotin itu masuk ke dada melalui tenggorokannya. Ia tidak perduli dengan orang-orang di belakangnya.

“Sori ya gua gak puasa. Boleh ngrokok kan,” katanya.

“Boleh aja silahkan,” kata si supir angkot.

“Lu puasa kagak,” kata si penupang.

“Kagak. Gua gak sahur tadi,” jawabnya.

“Hahaha…sama lah, gua juga gak sahur.”

Di mana-mana dialog gak sahur ini kerap terdengar, Padahal puasa baru dua hari.

Mengapa orang menjadikan tidak sahur menjadi alasan untuk tidak berpuasa? Dan mengapa ia tidak sahur? Ya pastilah karena ia tidak ada niat untuk berpuasa Ramadan.

Padahal tanpa sahur pun, kalua ia berniat berpuasa, puasanya Insya Allah diterima Allah SWT.

Nah, dalam sahur itu ada keberkahan.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan adanya keberkahan dalam sahur. Nabi SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.”  Doa pun diaminkan malaikat saat kita minta ampun kepadaNya.

Ummat muslim saat ini dimana-mana berdoa dan melakukan berbagai ibadah, karena memahami Ramadan merupakan bulan agung dan pada bulan inilah orang melakukan “refreshing” eksistensi keimanannya.

Jadi aneh rasanya, hari gene masih ada orang yang berkata. “Ah gua gak puasa, tadi gak sahur.”  (^^^)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *