Bebi buta selama empat jam


Bambang "Bebi" Kuncoro buta selama empat jam. Bebi yang berdiri di tengah saya dan Bang Prayan Purba. (arl)

Teman saya Bambang “Bebi” Kuncoro, sempat buta selama 4 jam pada 18 Agustus 2025. Kalau terlambat lebih  dari 6 jam ia akan buta total selama-lamanya.

Pantasan dia lama tak nongol di Sosmed dan hpnya pasif. Ternyata ia dlm proses pemulihan matanya.

Gimana sih ceritanya Beb?

Bebi yg kental logat Jawanya bercerita:

 

Dalam beberapa minggu sebelumnya saya tugas kantor bolak balik ke beberapa kota. Nah, ketika saya pulang dari Semarang..tiba di rumah di kawasan Cibubur,  tiba-tiba pengen beli rujak untuk buka puasa. (Bebi aktif puasa Senin Kamis dan belakangan ini puasa Nabi Daud. Ia juga bersahabat baik dengan Prof Dr Terawan).

 Saya ke tukang rujak naik sepeda motor. Tapi yang beli antre. Saya balik lagi pengen pulang. Eee..di tengah jalan kok tiba-tiba kabur dan gelap. Mata saya gak berfungsi. Sepeda motor saya letakkan aja di jalanan dan saya meraba-raba  dinding beton jalanan. Saya hapal jalannya karena sudah dekat rumah. Untung ada bibik pekerja di rumah, sedangkan isteri saya masuk kerja.  Bibik saya minta tlp dokter mata tp blm jelas apa yg terjadi. Kata dokter kemungkinan kolesterol tinggi.

Saya semakin ketakutan. Semua gelap seolah mati lampu pada malam hari. Saya minta Bibik cari no HP dokter Terawan dlm HP saya. Dokter lagi di Solo. Dokter minta Bibik foto mata saya pake HP. Ketika ia melihat hasilnya, Dokter langsung faham bahwa mata saya kena stroke. Stroke mata. Ia minta saya langsung ke RSPAD dan Dokter Terawan di Solo langsung ke Bandara mengejar flight tercepat ke Jakarta. Kalau lebih dari enam jam tidak tertangani, kata dokter, saya buta total. Masya Allah..ngeri banget. Gelap kemana pun saya mengarahkan pandangan saya.

Mana mungkin saya ke RSPAD dlm situasi begini..gelap..danpanggil grab pasti lama..waktu semakin mendesak. Saya tlp lagi dr Terawan dan ia meminta ambulans rumah sakit jemput saya ke rumah dan para tenaga medis di RSPAD menyiapkan berbagai keperluan untuk operasi saya. Ini hari libur dan dokter rumah sakit pun pada libur. Untung ada Dr Terawan. Ia mengutamakan orang sakit padahal lagi libur bersama keluarga. Luar biasa.

Allah SWT masih sayang dan melindungi saya, dr Terawan bersama istrinya tiba di RS tepat pada waktunya. Ia bersama tim langsung menangani saya. Dokter melakukan pembersihan pembuluh darah yg mengarah ke mata saya. Saya kembali melihat cahaya, melihat wajah orang- orang.

Saya merasakan buta sekitar 4 setengah,  jika telat sampai 6 jam aku buta permanen. Untung ada Prof Terawan bang, aku jadi gak buta.

Aku sudah stroke 4 x, kata Bebi Bambang Kuncoro. Pada stroke sebelumnya, tidak menyerang mata Bebi.   

” Ini paling berat. Allah kasih yang melekat di tubuh kita ini kalo dihargai lebih dari   triliunan jika di uangkan. Aku dikasih 25 triliun suruh buta rasudi (gak mau) emoh banget (nggak mau banget),” kata Bebi. 

 

Pengalaman luar biasa. Semoga penglihatan Bebi pulih seperti sediakala.

Ternyata ada yang namanya stroke mata. Untung Bebi punya teman baik dokter yang punya keahlian khusus.  A friend in need is a friend in deed.   (arl)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *