Langkah Kaki Tapak Hati (2)




Dendam menebal di parit alunan kelam

Suara malam gemuruh

Kulit gerah

Pori-pori merekah

Aorta menutup celah

Onggok kecil ini dimasuki buih putih

Selokan ini dialiri air api

Menyala membakar tepi-tepinya

Ada yang menata sapa

Getaran sentuh jemari mengalir dari bola mata

Di hamparan hijau ini juga kutikam dendam

Ah, di pelataran ini aku ku tercerabut

Berserakan dalam kata-kata

Gemerincing irama berkurang

Tengadah jemari bertambah

Sesekali ada semerbak di tenggorokan

Sering kali irama bergayut menyusuri siaran

Ketika ada kunang-kunang menyinari dirinya

Jirigen hati penuh

sapa dan kata.

***  

Ciampea, 2024.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *